MAN 2 Kota Malang Menghadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Kantor Kemenag Kota Malang

Kota Malang – MAN 2 Kota Malang turut menghadiri kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Malang pada Selasa (20/1) bertempat di Aula Kantor Kemenag Kota Malang. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan mengusung tema “Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj.”

Acara dihadiri oleh pejabat di lingkungan Kementerian Agama Kota Malang, kepala madrasah, kepala KUA, guru, penyuluh agama, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP). MAN 2 Kota Malang mengirimkan sejumlah perwakilan guru dan tenaga kependidikan sesuai dengan surat tugas yang telah ditetapkan.

Perwakilan dari MAN 2 Kota Malang diikuti oleh:
– Dr. H. Samsudin, M. Pd.
– Sugeng Winarto, S. Pd.I., M. Pd.
– Dr. Gunawan, S.Ag., M.A
– Miftachul Ula, BISS., M.Ag
– Ali Mukti, M.Pd
– Alif Rifa’i, S.S
– Heru Cahyono, A.Ma
– Fitria Rizki Nugraheni, S.Pd
– Mafthuhah, M.Pd

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan oleh Gus Shampton yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh undangan serta menekankan pentingnya penguatan Zona Integritas (ZI) di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama. Beliau juga memperkenalkan pembicara utama, Dr. H. Rijal Mumazziq Z., M.H.I., Rektor Universitas Al Falah Assunniyyah Kencong, Jember, yang dikenal aktif berdakwah dan melakukan pemberdayaan masyarakat di daerah 3T seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Ceramah agama disampaikan oleh Dr. H. Rijal Mumazziq Z., M.H.I. dengan mengangkat pesan-pesan ekoteologi yang relevan dengan kehidupan dan profesionalitas ASN. Beliau mengawali ceramah dengan kisah biografi Mbah Yai Masduki Mahfud, seorang kiai sekaligus PNS yang masyhur di Kota Malang. Selanjutnya, beliau menyampaikan hadis dari Musnad Imam Ahmad tentang kerinduan Rasulullah SAW kepada saudara-saudara beliau, yakni umat yang beriman tanpa pernah berjumpa langsung dengan Nabi SAW.

Dalam ceramahnya, Gus Rijal menjelaskan konsep muslim shalih yang mutqin, yakni shalih secara ritual, sosial, dan profesional. Beliau juga mengisahkan teladan nyata ekoteologi melalui kisah Mbah Sadiman di lereng Gunung Lawu yang menanam ribuan pohon hingga mengubah lahan gersang menjadi kawasan hijau yang bermanfaat bagi banyak generasi. Hal tersebut diperkuat dengan hadis Nabi tentang anjuran menanam pohon meskipun hari kiamat telah dekat, sebagai wujud amal jariyah dan kepedulian terhadap lingkungan.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Sukirman, Kasi Pontren Kantor Kementerian Agama Kota Malang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta, termasuk keluarga besar MAN 2 Kota Malang, dapat mengambil hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj serta mengimplementasikan nilai-nilai keimanan, profesionalitas, dan kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. (MU/ris)

   

MAN 2 KOTA MALANG - JUARA PRIMA

Postingan Terkait